ASUS ZenBook Flip S (UX371) Bikin Resolusi makin Gahar dan Elegan

ASUS ZenBook Flip S.bukan sekadar notebook biasa. Notebook berslogan “Flexible performance, luxurious design yang diotaki prosesor Intel generasi terbaru ini bahkan bisa disebut beyond notebook.

“Ya, Tuhan.” Keluhku dalam hati sambil memelototi saldo tabungan pada struk ATM yang kupegang. Deretan angka pada saldo telah berkurang satu digit. Kalau terus begini, melaratlah hidupku ke depan. Padahal, hampir setiap saat aku memohon, “Ya Tuhanku, berilah hamba-Mu ini umur panjang.”

Keluar dari bilik ATM, aku langsung berjalan menuju cafe yang letaknya hanya seratusan langkah. Di halaman cafe yang dirindangi dedaunan pohon mangga, aku duduk merenung. Secangkir kopi tubruk arabica Gayo tanpa gula tersaji menemaniku.

“Layar maya” terbentang. Tervisualkan secara jelas sosokku di masa depan bila sumur penghasilanku sudah benar-benar surut, semantara sumber air baru belum juga ditemukan. 

My Resolution: The Beginning 

Pada sore hari yang mendung di akhir Februari 2021 itulah aku berpikir, mencari-cari “sumur” baru yang bisa kutimba airnya. Sialnya, sampai cangkir hanya menyisakan ampas kopi, “sumber air” baru yang kutemukan cuma satu: Menulis. Cuma itu. 

ASUS ZenBook Flip S (UX371) (Sumber: ASUS.com/id)

Dalam beberapa tahun terakhir ini, aku memang beberapa kali mendapat pesanan artikel opini politik. Untuk itu, aku sudah dua kali membuat weblog. Namun, kedua weblog itu nyaris tidak pernah kuurus lantaran masih dinomorsekiankan. Apalagi, beberapa klien lebih sering memesanku untuk menayangkan tulisanku di salah satu blog keroyokan ternama.

Terpikirkan juga bila selama ini tidak banyak klien yang memesan tulisanku. Kalaupun aku mendapat klien baru, klien baru itu mendapatkan informasi dan rekomendasi klien sebelumnya. 

Dari situlah aku menyadari bila selama ini skill-ku hanya dipasarkan oleh klien yang satu ke klien yang lainnya. Sementara aku sendiri belum sekalipun menawarkannya, apalagi sampai memasarkannya. 

Dari kesadaran itulah aku mulai merancang sebuah rencana untuk mengenalkan atau mempromosikan skill menulisku. Pertama, aku harus membenahi terlebih dulu tampilan website-ku. Kedua, aku akan memasarkan website-ku secara online. Ketiga, tentu saja, memperbaiki dan mengembangkan kemampuan menulisku. 

Sebuah resolusi yang sederhana. Tapi, setidaknya, itulah yang bisa kupikirkan dan kulakukan untuk saat ini.

Kemudian aku teringat, ada satu klien yang bukan hanya menuliskan opini, tetapi juga melakukan pengamatan sekaligus menggali informasi. Karena pesanan itu, aku harus turun ke lapangan layaknya seorang jurnalis. 

Masalah datang kemudian. Jelang tengah hari di awal November 2020 klien meneleponku.

“Kamu datang besok ke Bandung. Kamu presentasikan semua yang kamu dapatkan besok. Kita ketemu. Saya datang bersama tim.” Kemudian klienku memberiku nama hotel di Bandung tempat pertemuan digelar.

Menulis artikel dengan ASUS VivoBook E (Sumber: Dok Pri)

Sore harinya, dalam perjalanan dengan menggunakan kereta api dari Yogyakarta ke Bandung, aku mempersiapkan presentasi. Dengan menggunakan ASUS VivoBook E, aku mengetikkan teks, mencari foto-foto yang tepat, serta menyunting video.

Notebook itu kubeli dua tahun yang lalu. Sewaktu membutuhkannya, aku tidak mencari spesifikasi yang neko-neko. Saat itu yang penting bisa digunakan untuk mengetik, mengedit foto ala kadarnya, memposting artikel, dan pastinya ngobok-obok mesin pencari.

Ukuran laptop yang hanya 11 inchi itu kupilih supaya bisa lebih mudah dijinjing atau dimasukkan ke dalam kompartemen tas. Namun, ukuran yang mungil menjadi masalah setelah ketajaman penglihatan berkurang seiring bertambahnya usia. 

Karena itulah resolusiku tidak mungkin powerful bila aku tidak mengganti notebook-ku dengan yang berspesifikasi lebih tinggi.

Laptop sudah pasti ASUS

Notetbook, di Indonesia, biasa disebut juga dengan komputer jinjing. Sesuai namanya, peranti komputasi ini mudah dipindahkan dengan cara menjinjingnya ataupun menentengnya. Untuk itu, notebook dirancang ringkas serta ringan. 

Ringan dan ringkas yang membuat notebook mudah dijinjing saja belum cukup, untuk memenuhi kebutuhan berkomputasi mobile, sebuah komputer jinjing harus ditenagai baterai berkapasitas besar sehingga bisa digunakan selama berjam-jam. 

Namun demikian, di era yang semakin modern ini, sebuah notebook dirancang bukan hanya untuk sekadar memenuhi kebutuhan aktivitas komputasi mobile ala kadarnya. Sebagaimana yang dituliskan Deddy Huang dalam website-nya “PEREGRINATION

“Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.”

Pecinta kuliner yang memajang  “Ngider sambil Kulineran” pada slogan website-nya ini kemudian menambahkan. 

PC modern juga dilengkapi dengan pena digital yang memiliki banyak manfaat. Sentuhan khas tercipta saat Anda membuat sketsa atau coretan pada dokumen dengan pena digital. Penelitian juga menemukan adanya peningkatan kinerja hingga 38% pada pelajar ketika mereka menggunakan pena digital untuk mengerjakan soal-soal sains. Tidak semua ide berupa kalimat, kini saatnya untuk tuangkan inspirasi segera dalam sketsa atau coretan pena digital di PC modern.

Sayangnya, tidak semua merek mampu memuaskan pemakainya. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pemakai notebook bisa dilakukan dengan membaca sejumlah rilis survei, salah satunya survei tentang pangsa pasar. Logikanya sederhana, jika suatu merek menguasai pangsa pasar, maka merek tersebut memuaskan konsumennya. Sebab sangat tidak masuk akal apabila suatu merek yang mengecewakan masih laris-manis di pasar.

Dengan alasan itu, sebelum membeli notebook, aku mencari hasil survei tentang pangsa pasar notebook yang sudah dirilis oleh sejumlah media.

Ketemulah informasi ini. Pada 2017 IDC merilis hasil survei yang digelar satu tahun sebelumnya. Menurut IDC, ASUS memuncaki pangsa pasar pada Desember 2016 dengan raihan 51,7 persen. Dan, sepanjang tahun itu, ASUS menguasai pasar dengan cakupan 47,07 persen.

Dari rilis survei tersebut, bisa disimpulkan bila produk-produk ASUS menguasai pasar notebook lantaran dapat memuaskan pemakainya. Itulah alasanku menjatuhkan pilihan pada ASUS.

Sebagai pengguna ASUS, hasil riset tersebut tidak mengherankan. Sebab, selama dua tahun memakai produk buatan Taiwan itu, belum sekalipun notebook yang kugunakan itu ngadat.

Berdasarkan pengalaman selama dua tahun itu, aku kembali memilih ASUS untuk mendukung resolusiku. Kali ini aku memilih ASUS ZenBook Flip S (UX371). 

SSD Canggih dan Intel Generasi Terbaru Bikin ASUS ZenBook Flip S (UX371) makin Gahar

Ada kalanya saat berkomputasi mobile aku membuka file-file besar sekaligus mengakses sejumlah situs. Aktivitas ini memaksa notebook bekerja lebih berat. Akibatnya, tak jarang notebook yang kugunakan mengalami hang atau trouble-trouble lainnya. Ujung-ujungnya, alih-alih bisa lebih cepat, aktivitas komputasiku malah jadi lelet. 

Untuk menghilangkan masalah-masalah di atas dan pastinya sangat mendukung resolusiku, ASUS ZenBook Flip S (UX371) merupakan pilihan tepat. Pasalnya, notebook yang memiliki layar sentuh ukuran 13,3 inchi ini dilengkapi gudang penyimpanan SSD PCIe 3.0 x4. 

Tipe Solid State Drive yang ditanamkan ASUS pada produk keluaran terbarunya ini membuat ZenBook Flip S bukan hanya dapat menyimpan file-file berkapasitas besar, tetapi juga mampu membukanya dalam waktu yang lebih cepat. 

Dengan SSD tipe ini, kita dapat mengedit video dan membuka file-file lainnya sekaligus membuka beberapa situs secara bersamaan tanpa perlu mengkhawatirkan terjadinya hang atau trouble lainnya.

Si Genius Intel Core i7 Generasi ke-11 bikin ASUS ZenBook Flip S makin gahar (Sumber: ASUS.com)

SSD tipe ini juga lebih hemat daya listrik yang memungkinkan kita dapat lebih lama bekerja di luar ruangan. Dengan begitu, kita bisa lebih nyaman dalam bekerja mobile. Selain itu, SSD PCIe 3.0 x4 ini juga telah teruji tahan terhadap guncangan sehingga data yang tersimpan di dalamnya lebih terjaga keamanannya.

Performa SSD pilihan ASUS untuk laptop peraih Red Dot Award 2020 ini semakin moncer lagi lantaran diotaki oleh prosesor genius Intel Core i7 Generasi ke-11 terbaru yang ditenagai oleh RAM 16 GB yang berkecepatan tinggi hingga. Sementara dukungan teknologi Intel Iris Xe membuat grafis yang ditampilkan notebook ini lebih tajam.

Tidak hanya itu, dalam beraktifitas mobile, kita pasti membutuhkan kecepatan dan kestabilan pada konektivitas nirkabel. Untuk itulah ASUS menawarkan rangkaian lengkap solusi konektivitas nirkabel. WiFi 6 di ZenBook Flip S yang memungkinkan konten online ditampilkan dalam waktu sekejap. 

Tetapi, akses internet cepat saja belum cukup. Untuk itu ASUS melengkapi ZenBook Flip S dengan teknologi ASUS WiFi Master yang membuat koneksi internet bukan hanya lebih cepat, tetapi juga lebih stabil.

Berstandar militer, ASUS ZenBook Flip S siap mobile di lingkungan ekstrim (Sumber: ASUS.com)

Dengan sederet teknologi yang dihadirkannya itu, ASUS ZenBook Flip S dapat bekerja secara maksimal tanpa masalah meskipun kita membebaninya dengan pekerjaan-pekerjaan berat.

Kecanggihan-kecanggihan yang melengkapi ASUS ZenBook Flip S masih disempurnakan oleh daya dahannya yang telah memenuhi standar militer MIL -STD 810G. Untuk lolos standar tersebut ASUS telah menguji coba ZenBook Flip S untuk bekerja di lingkungan dan situasi yang ekstrim, seperti benturan, guncangan, suhu tinggi dan rendah, dan juga ketinggian. 

Layaknya Seniman Profesional dengan Stylus Pen Anggun ASUS ZenBook Flip S (UX371) 

Sekalipun bukan seniman, fotografer, desainer, atau YouTuber, namun bukannya tidak pernah bersentuhan dengan konten-konten grafis, setidaknya foto. 

Foto-foto itu kugunakan untuk melengkapi atau menguatkan opini yang kutuliskan. Tidak jarang foto-foto itu kuedit, seperti me-resize, meng-crop, menambahkan tanda-tanda. Untuk melakukan itu semua, mouse menjadi device yang benar-benar kuandalkan. 

Mendisain lebih mudajh dengan Stylus Pen ASUS (Sumber: ASUS.com)

Namun, mouse menjadi masalah manakala kita bekerja dalam ruang yang sangat terbatas, seperti berkomputasi mobile dalam perjalanan dengan menggunakan kereta api.

Kendala tersebut dapat diatasi bila aku menggunakan ASUS ZenBook Flip S.yang dilengkapi stylus aktif ASUS Pen. Pen digital yang merupakan aksesoris bawaan ZenBook Flip S ini memungkinkan kita menggambar, menulis, atau membuat anotasi secara akurat langsung pada layar notebook. Jadi, kita tidak memerlukan lagi space tambahan untuk menempatkan mouse pad. 

ASUS Pen ini lebih lebih nyaman digunakan karena ASUS ZenBook Flip S13 menggunakan teknologi engsel ErgoLift 360° yang membuat layar dapat bergerak mulus saat di buka-tutup sekaligus menahan layar beresolusi 4K UHD dengan dengan aman di sudut mana pun. 

Layar canggih dengan 4K OLED panel, ultra-slim design, dan 360 flip screen menambah kegaharan ASUS ZenBook Flip S (Sumber: ASUS.com)

Selain itu, teknologi NanoEdge yang dipasangkan pada layar sentuh ASUS ZenBook Flip S13 ini menghadirkan visual yang tajam serta detail, dengan akurasi warna Tervalidasi PANTONE® kelas pro. 

Sekalipun tajam, visual yang ditampilkannya tidak membuat mata lelah karena notebook peraih Best Laptop Brand Winner 2020 Ini juga memegang sertifikat TÜV Rheinland yang sangat memanjakan mata.

ASUS ZenBook ZenBook Flip S (UX371): Notebook Slim nan Elegan

Tampilan menjadi faktor penting saat presentasi. Bahkan, karena menjadi yang pertama kali diperhatikan, tampilan menjadi titik awal sukses tidaknya sebuah presentasi. 

Karena pentingnya faktor penampilan itu, ASUS merancang ZenBook Flip S dengan begitu elegan. Warna jade black dipilih untuk laptop ramping (slim) berdimensi 30,5 cm X 21,0 cm dengan ketebalan 1,39 cm ini. 

Tampilan ramping, ingan, serta elegan ASUS ZenBook Flip S (Sumber: ASUS.com)

Sementara finishing brushed-aluminum di sepanjang tepian keyboard menambahkan sentuhan akhir yang anggun pada peraih Good Design Award 2020 ini. 

Dengan tampilan elegan nan unik ini, kepercayaan diri sudah muncul bersamaan dengan diletakkannya ASUS ZenBook Flip S di atas meja.

 ASUS ZenBook Flip S (UX371)
Finish / ColorJade Black
Operating SystemWindows 10 Home
ProcessorIntel® Core™ i7-1165G7 processor
1.30 GHz quad-core with Turbo Boost (up to 3.90 GHz) and 8 MB cache
Graphicsntel® Iris™ Xe Plus Graphics, Premium
Display113.3” OLED 4K (3840 x 2160) 16:9 slim-bezel NanoEdge touchscreen
3.9 mm-thin side bezel1
Memory16 GB 4266 MHz LPDDR4x
Storage1 TB PCIe® NVMe™ 3.0 x4 M.2 SSD
Interfaces2 x Thunderbolt™ 3 USB-C® (up to 40 Gbps)
1 x USB 3.2 Gen 1 Type-A (up to 5 Gbps)
1 x Standard HDMI
Keyboard and TouchpadKeyboard
Edge-to-edge design, full-size backlit, with 1.4 mm key travel
Touchpad / NumberPad2
Glass-covered; intelligent palm-rejection
Precision Touchpad (PTP) technology supports up to four-finger smart gestures
AudioDual-speaker Harman Kardon-certified audio system
ASUS SonicMaster stereo audio system with surround-sound; smart amplifier for maximum audio performance
Array microphone with Cortana voice-recognition support
Certified by Harman Kardon
CameraIR webcam with Windows Hello support
Wireless ConnectivityWiFi
Intel® WiFi 6 with Gig+ performance (802.11ax)
Bluetooth®
Bluetooth® 5.0
Battery and PowerUp to 20 hours battery life3
67 Wh 3-cell lithium-polymer battery
65 W power adaptor
Plug Type: ø4 (mm)
(Output: 19 V DC, 65 W)
(Input: 100-240 V AC, 50/60 Hz universal)
Weight and DimensionsHeight:
1.39 cm (0.54 inches)
Width:
30.5 cm (12.01 inches)
Depth:
21.0 cm (8.26 inches)
Weight4:
With standard display approx. 1.2 kg (approx. 2.65 pounds)
Included in the BoxZenBook Flip S (UX371EA)
Power adaptor with power cord (65 W)
USB-C® to audio jack dongle
USB-A to LAN port dongle (optional)
ASUS Pen (optional)
Protective sleeve (optiona
Built-in APPsMcAfee's free one-year offer
MyASUS
MyASUS featureSystem Diagnosis
Battery Health Charging
Fan Profile
Splendid
Tru2Life
Function Key Lock
WiFi SmartConnect
AppDeals
Link to MyASUS
NotesThe stated 3.9 mm width of the side bezel is the distance between the edge of the non-active screen display area and the inside edge of the case. If the case width is included, the side bezel width is 4.8 mm. The top bezel width is 8.9 mm and the bottom bezel width is 25 mm.
Please note that all versions of NumberPad only work with the Microsoft Windows operating system.
Battery tests conducted by ASUS on August 24, 2020 using the MobileMark® 2014 Office Productivity scenario. Test configuration: ZenBook UX371EA, FHD LCD panel, Intel® Core™ I7-1165G7, 1 TB PCIe® 3.0 x4 SSD, 16 GB RAM. Test settings: WiFi enabled, main display brightness set to 150 cd/m2, NumberPad off. Actual battery life may vary depending on product configuration, usage, operational conditions and power management settings. Battery life will decrease over the lifetime of the battery.
Weight might vary by specifications.

Jika mencermati keunggulan-keunggulan pada spesifikasi yang dihadirkan ASUS ZenBook Flip S.bukan sekadar notebook biasa. Notebook berslogan “Flexible performance, luxurious design yang dibandrol Rp 24.999.000 ini bahkan bisa disebut beyond notebook.

Bagiku yang dalam resolusinya sangat tergantung pada kecanggihan sebuah notebook, ASUS Zenbook Flip S merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari resolusi itu sendiri.

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS ZenBook Flip S (UX371) Blog Writing Competition bersama deddyhuang.com.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email

Tinggalkan komentar

Pos Terkait

Pos Lainnya